Awas, Pisau Cukur Berpotensi Tularkan HIV dan Hepatitis!

664xauto-wow-pisau-cukur-ini-dijual-32-juta-1608018

Hepatitis dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian. Namun, tahukah kamu bahwa pisau cukur yang digunakan secara bergantian berpotensi menularkan penyakit ini?
Kamu yang kerap mendatangi salon atau barber shop baik untuk merapikan rambut, jenggot, atau kumis, wajib berwaspada mulai saat ini. Biasanya di tempat-tempat tersebut pisau cukur yang digunakan tak disterilisasi terlebih dahulu.
Padahal, dari sinilah virus bisa menular dari pelanggan satu ke pelanggan lainnya. Bercukur dengan pisau dapat menyebabkan luka tak kasat mata yang tak kamu sadari.
Luka inilah yang kemudian menjadi jalan masuk bagi beragam kuman penyakit termasuk virus dan bakteri. Terlebih, bila pisau cukur yang digunakan bergantian tidak disteril terlebih dahulu, tentu akan menjadi tempat beragam mikroorganisme merugikan bersemayam.
Penularan virus Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV melalui media pisau cukur ini juga telah dibuktikan dengan penelitian di Nigeria, Mesir, serta Pakistan.
Penelitian di Nigeria, menyimpulkan bahwa tukang cukur di masyarakat kelas tinggi lebih sering membersihkan pisau cukur mereka untuk dekontaminasi virus.
Sementara itu, penelitian di Pakistan yang dipublikasikan dalam jurnal Eastern Mediterranean Health Journal, menyebutkan bahwa bercukur di tukang cukur merupakan faktor risiko utama penyebaran virus Hepatitis B.
Sedangkan penelitian di Mesir yang diterbitkan oleh jurnal yang sama menyimpulkan bahwa tukang cukur tak memiliki risiko penularan virus yang berhubungan dengan pekerjaannya.
Meski penelitian belum dilakukan di Indonesia, tentu akan lebih baik jika kita melakukan tindakan pencegahan, bukan?
Selain pencegahan dari para konsumen untuk waspada terhadap penularan virus ini, pemilik barber shop, salon, serta tukang cukur pun harus rajin melakukan sterilisasi dan penggantian pisau cukur.