Hebooh!! Beredar Foto Tank Leopard TNI Ambles di Medsos, Ucapan Habibe Terbukti?



Sebuah foto yang beredar di media sosial Facebook menunjukkan sebuah tank Leopard terjebak lumpur di sebuah hutan.
Jika foto tersebut benar-benar menunjukkan tank Leopard ambles, maka dapat dikatakan ucapan BJ Habibie pada 2014 terbukti.
Foto yang diunggah fanpage Facebook Philippines Defense Forces Forum tersebut diberi keterangan:
“Mengapa tank berat tidak benar-benar cocok untuk tingkat curah hujan yang tinggi, hutan, daerah pegunungan
Angkatan Darat Krauss-Maffei Wegmann Leopard2RI MBT Indonesia benar-benar menjadi bebek duduk setelah hujan badai melanda selama latihan manuver kendaraan lapis baja.”
Belum ada keterangan resmi dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengenai foto tersebut. Namun, beberapa pengguna Facebook memberikan klarifikasi bahwa foto tersebut diambil dalam sebuah sesi latihan dengan skenario mengevakuasi tank Leopard yang terjebak lumpur. Dengan kata lain, tank tersebut memang sengaja “dijebloskan” ke dalam lumpur.
Kritik Habibie
Pada 2014, mantan presiden ketiga Indonesia BJ Habibie melontarkan kritik atas rencana pembelian tank Leopard oleh pemerintah RI.

Dalam sebuah forum diskusi di Bappenas, Jakarta, Jumat (8/3/2014), Habibie menegaskan “Lihat saja perang di Vietnam satu tank Leopard pun tidak pernah dimanfaatkan kok kita malah ikut-ikutan. Mau dimanfaatkan di jalan, rusak, mau di hutan, dibawa pakai kapal nanti keburu ditembak.”

Bahkan, Habibie yang biasa bertutur sopan, saat itu berani melontarkan kata “bodoh” kepada pihak-pihak yang terlibat dalam rencana pembelian tersebut.
“Sekarang mereka bodoh beli tank itu untuk hanya untuk dapat uangnya. Kita harus tahu yang tepat di darat dan di udara. Saya sudah sampaikan pada yang bersangkutan supaya di-review tidak tepat dan tidak wajar beli tank Leopard untuk pertahanan sipil,” ujar Habibie seperti dikutip dari merdeka.com.

Tank Leopard dibeli oleh Kementerian Pertahanan di bawah Menteri Purnomo Yusgiantoro. Pembelian yang berlangsung di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut menggunakan alokasi pinjaman luar negeri sebesar AS$280 juta (setara Rp3,7 triliun).
 Teknisi berada di atas Main Battle Tank Leopard yang dipamerkan pada Indo Defense di Jakarta Internatonal Expo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (6/11/2012). Pameran tersebut diikuti 500 peserta dari 40 negara. Ajang unjuk gigi industri alutsista ini akan dibuka hari ini dan belrangsung hingga 10 November.
Teknisi berada di atas Main Battle Tank Leopard yang dipamerkan pada Indo Defense di Jakarta Internatonal Expo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (6/11/2012).
Terlepas dari benar atau tidaknya keterangan fototank Leopard ambles tersebut, tentu tidak ada salahnya kita mengenali keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh tank buatan Jerman tersebut, seperti dituturkan oleh Aryo Nugroho di angkasa.co.id berikut ini.
Dari sosok luarnya, Leopard 2RI sudah nampak berbeda dibandingkan dengan Leopard 2A4 yang sudah terlebih dahulu datang. Jika Leopard 2A4 tampil mengotak dengan garis-garis tegas, maka Leopard 2RI tampil dinamis dengan modul-modul AMAP menghias hull dan kubah.
Jika setelah sekian lama hanya bisa menduga-duga, selubung misteri Leopard 2RI kini terbuka sudah, dari sosok penampilannya kita bisa menduga opsi kit apa saja yang akhirnya dipilih TNI AD.
Tidak semua paket upgrade Leopard Revolution dipilih, hanya yang benar-benar diperlukan saja yang dipasangkan ke tubuh Leopard 2A4 untuk mengubahnya menjadi Leopard 2RI.
Inti dari perlindungan Leopard 2RI adalah lapisan blok komposit AMAP (Advanced Modular Armour Protection) buatan IBD (IngenierB├╝ro Deisenroth)-Deisenroth.

Konsepnya adalah perlindungan 360 derajat, dimana Leopard 2 Revolution harus bisa dilindungi dari segala sisi. Hal ini menyesuaikan dengan tren dimana tank digunakan dalam situasi urban, ancaman senjata seperti roket dan rudal antitank jauh lebih mengemuka. IBD Deisenroth membuat proteksi pasif alias proteksi balistik sangat canggih.
Bobot keramik nano ini saat dikonfigurasikan menurut standar proteksi NATO STANAG 4569 Level 3 atau 4/ AEP 55 Level 3.

Keping AMAP dibangun dan disusun menjadi blok AMAP-B (Ballistic) yang dipasangkan ke side skirt, glacis, dan keseluruhan kubah termasuk sisi atas dan pangkal laras Leopard 2RI. Panel-panel ini didesain dengan fitur engsel untuk memudahkannya dibuka, dilepas, dan dilakukan perawatan sekaligus penggantian secara terbatas.
Biarpun bentuk panel AMAP mengotak, sesungguhnya isinya kosong. Ruang kosong memungkinkan energi dan inti panas dari hulu ledak HEAT yang menghantam AMAP untuk menyebar dan tidak menembus kulit asli tank.

Lampu sorot depan Leopard 2RI mempertahankan bentuk aslinya yang membulat dan dipasang di atas glacis, beda dengan paket Revolution yang menggunakan lampu LED dan sudah ditanam di glacis.
Di atas glacis terpasang kotak SAS (Situational Awareness System) berupa kamera dengan fitur night vision agar pengemudi dapat mengendalikan kendaraan dengan mudah, tidak lagi mengandalkan blok prisma yang terbatas kemampuannya.

Uniknya, pemasangan AMAP-B tidak diteruskan sampai ke belakang. Pada Leopard 2RI dibiarkan kosong, hanya dipasangi kit track cadangan di sebelah kiri.
Paket Revolution menyediakan slat armor alias pagar untuk menangkis RPG-7, tetapi opsi ini tidak dipergoki pada Leopard 2A7.
Mungkin karena sifatnya yang sederhana slat armor ini dapat dipasang kemudian oleh PT Pindad sebagai bagian dari ToT alias Transfer Teknologi, sama seperti kontrak yang diterima PT Pindad untuk memasang sistem pendingin udara pada Leopard 2A4.

Di sebelah kanan terdapat kotak yang diduga merupakan inlet dari APU (Auxiliary Power Unit) berupa mesin diesel cadangan yang dapat digunakan memutar kubah.
Leopard 2RI dapat beroperasi secara senyap saat mengintai mangsa, mematikan mesin utama dan mengandalkan APU yang suaranya lebih tenang sehingga heat signature Leopard 2RI menurun drastis dan lawan tidak bisa mendengar suara Leo 2RI sampai semuanya sudah terlambat.

Varian Leopard 2SG yang di-upgrade ke standar Evolution oleh Krauss Maffei Wagmann tidak memiliki fitur APU tersebut.
Untuk sistem senjata, Leopard 2RI tetap mengandalkan meriam 120mm L44, yang tidak diubah. Yang dimodifikasi adalah sistem turret drive yang kini sudah sepenuhnya elektrik, menawarkan keunggulan lebih aman, lebih ajek, dan lebih senyap.

Sistem kubah remote tidak terlihat terpasang pada Leopard 2RI. Juga tidak terpasang pada Leopard 2RI adalah sistem ROSY (Rapid Obscuring System).
Pada dasarnya sistem ROSY merupakan gabungan integral antara IR Jammer/ decoy dan pelontar granat asap, yang bisa memicu pelontaran granat asap secara otomatis apabila terdeteksi adanya rudal antitank atau ancaman lain yang mendekat.

Leopard 2RI masih mengandalkan sistem pelontar granat asap konvensional yang dipasang di kiri-kanan kubah belakang.
Paling penting dari sebuah tank adalah, kenyamanannya. Untuk itulah Leopard 2RI sudah dilengkapi sistem pendingin udara yang dipasang di belakang bustle, dengan inlet udara dari sisi atas yang dilindungi kawat baja.

Untuk kamera panoramik, komandan Leopard 2RI masih akan mengintip dari sistem kamera PERI R-17, dimana Leopard 2RI kelihatan tidak mengambil opsi kamera panoramik SEOSS yang ditawarkan dalam paket Revolution.
Leopard 2RI tiba di tanah air pada Senin (23/5) di dermaga Tanjung Priok. Rencananya kedelapan Leopard 2RI akan menghuni Batalion Kavaleri 1/ Tank Badak Ceta Cakti di Cijantung, menggantikan tank mini Scorpion-90.

Comments

Popular posts from this blog

Hari Gini Masih Pamer Kemesraan Disomed, Iya Kalau JODOH, Kalau Enggak ..??