Kisah Haru Pemain Skateboard Tanpa Kaki yang Dibuang Orangtua Hingga Diadopsi Ilmuwan Ternama

kanya_20170123_111433

Skateboard atau papan luncur dikenal sebagai olahraga yang lebih banyak memakai kaki.
Rasanya tak mungkin jika memainkan olahraga ini tanpa kedua kaki.
Tapi wanita ini mendobrak kebiasaan itu.
Usianya masih 22 tahun.
Wanita ini sebenarnya berasal dari Thailand.
Tapi saat orangtuanya tahu keadaan dirinya, mereka membuang darah dagingnya itu di sebuah tempat ibadah.
Para biksu akhirnya merawat Kanya selama setahun sebelum mereka mengirim Kanya ke sebuah rumah sakit.
Rumah sakit di Bangkok itu akhirnya mengirim Kanya ke rumah kakek dan neneknya.
Tapi di umurnya yang ke-7 tahun, ia mendapat tamu istimewa.
Sepasang suami istri ilmuwan dan guru dari Oregon, Amerika Serikat, pergi ke Thailand untuk bertemu Kanya dan ingin mengadopsinya.
Jadilah sekarang Kanya mempunyai nama belakang ‘Sesser’.
Kanya Sesser tumbuh di lingkungan baru hingga sekarang ia dewasa.
Ia tak merasa berbeda dengan orang lain.
Kanya selalu percaya diri dengan apa yang ia lakukan.
Salah satunya adalah bermain papan luncur.
Walau ia lahir tanpa dua kaki, hal itu malah membuatnya lebih cepat dari manusia normal seperti biasa.
Dengan papan luncur, ia menggunakan kedua tangannya melewati medan meliuk-liuk dengan mulus.
Tak hanya di medan skateboard, Kanya juga memakai papan luncur itu untuk bepergian kemana-mana.
“Papan luncur membuatku bergerak cepat, kemana pun aku mau” ujarnya.
“Jika aku tak punya kaki, aku berjalan dengan tanganku,” sambungnya lagi.
Dilihat dari akun Facebook Ladies 1st, Kanya juga menjalankan hidupnya dengan mandiri.
Tak hanya skateboard, Kanya juga bisa menaiki tangga dengan cepat, berselancar, basket, modelling, juga perlombaan kursi roda di London Paralympics.

Comments

Popular posts from this blog

Hari Gini Masih Pamer Kemesraan Disomed, Iya Kalau JODOH, Kalau Enggak ..??