Sering Dengar Kalimat ‘Micin Bikin Bodoh’? Mengejutkan, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya!

micin_20170122_192431

“Jangan makan micin, nanti kamu jadi bodoh!”
Kita pasti pernah mendengar kalimat ini diucapkan oleh ibu atau orangtua kita.
Micin atau atau MSG merupakan suatu bahan yang biasa digunakan untuk memasak.
Micin ini biasanya bisa membuat makanan yang kita masak menjadi lebih sedap.
Namun beberapa orang menghindari menggunakan micin karena dipercaya bisa membawa pengaruh buruk untuk tubuh.
Salah satunya adalah membuat kita menjadi bodoh.
Tapi benarkah jika micin memang bisa berdampak buruk untuk otak kita?
Dirangkum dari banyak sumber, berikut fakta-fakta yang sebenarnya :
Micin memang sering disebut membawa banyak hal buruk.
Tak hanya membuat otak tumpul, micin juga disebut-sebut bisa menyebabkan kemandulan, obesitas, diabetes, sampai kanker.
Pertanyaannya, jika memang micin seberbahaya itu, mengapa ia tetap dibiarkan beredar?
Tak seperti narkoba yang jelas dilarang, micin justru bisa dengan mudah dibeli di warung-warung dekat rumah.
Fakta menarik lainnya adalah soal kebiasaan orang Jepang untuk menggunakan micin dalam masakan mereka.
Padahal, kita tahu sendiri jika orang Jepang adalah orang-orang yang cerdas.
Nah, sepertinya memang ada fakta soal micin yang jarang menjadi sorotan selama ini.
Sering disebut berbahaya, lalu apa sih kandungan yang ada dalam sebungkus micin?
Micin sebenarnya mengandung zat yang sering disebut sebagai glutamat.
Glutamat adalah asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh karena perannya dalam membentuk protein.
Selain membantu pengiriman sinyal-sinyal dalam otak, glutamat juga membantu fokus, ingatan, serta konsentrasi.
Glutamat ternyata juga bisa memudahkan ketika kita mempelajari hal-hal baru.
Selain itu, glutamat sendiri memang zat yang bisa membuat makanan menjadi lebih lezat.
Ia merupakan penyedap rasa alami.
Bahan makanan yang biasanya mengandung glutamat ini antara lain adalah tomat, jamur, keju, daging dan kecap.
Selain itu, glutamat juga diproduksi oleh tubuh kita sendiri, misalnya saja di dalam ASI.
Memang, glutamat dalam kemasan micin bukan dihasilkan secara alami melainkan menggunakan mesin di pabrik.
Tapi jangan salah sangka dahulu.
Micin dalam kemasan, biasanya diproduksi dari tetes tebu atau tepung tapioka.
Produksinya sendiri dijalankan melalui fermentasi mikroba.
Fermentasi dengan mikroba adalah metode yang umum digunakan untuk mengolah makanan seperti tempe, keju, dan tape.
Jadi dari segi bahan baku dan proses pembuatannya, micin aman untuk dimakan.
Meski terdengar tidak berbahaya, tapi tetap saja akan menjadi berbeda jika dikonsumsi berlebihan.
Untuk itu, WHO sudah menetapkan batas aman konsumsi micin per harinya.
Menurut WHO, micin akan aman dikonsumsi jika tak melebihi 6 gram per hari.
Sementara, Menkes RI merekomendasikan batas aman micin sebanyak 5 gram.
Lalu apakah berapa sih rata-rata orang Indonesia mengkonsumsi micin?
Ternyata, per harinya orang Indonesia hanya mengkonsumsi sebanyak 0,65 gram.
Jauh di bawah dari batas maksimal yang ditentukan.
Jadi sebenarnya peluang kita untuk mengkonsumsi micin berlebihan kecil sekali.
Dalam sebuah wawancara, ahli gizi dari University of Sydney, Leona Victoria Djajadi, mengungkap hal yang sama.
Ia mengatakan jika mengkonsumsi micin tak akan membuat seseorang menjadi bodoh.

Comments

Popular posts from this blog

Hari Gini Masih Pamer Kemesraan Disomed, Iya Kalau JODOH, Kalau Enggak ..??