Patut di Contoh, Tak Bisa Menemukan Masjid, Pria Ini Tunaikan Salat di Pinggir Jalan

menjalankan-salat-meskipun-di-pinggir-jalan1_20170122_162221

Umat muslim yang salatnya masih bolong-bolong mungkin bisa belajar dari seorang pria asal Malang, Jawa Timur ini.
Meskipun tak ada masjid atau musala, ia tetap salat di pinggir jalan, di tengah kesibukannya mencari rezeki.
Foto saat pria tersebut menjalankan salat diviralkan oleh netizen Pras Prasdi di grup Komunitas Peduli Malang.
Foto itu diambil pada Sabtu (21/1/2017) pada pukul 16.30 WIB, di jalan menuju Lembah Dieng.
Pras merasa kagum sekaligus malu melihat ketekunan pria itu dalam beribadah. Meskipun tak menemukan musala atau masjid, ia tetap salat.

 menjalankan-salat-meskipun-di-pinggir-jalan2_20170122_162315

Berikut isi postingan Pras.
“Posisi jalan menuju ke Lembah Dieng sekitar jam setengah limaan. Jadi gini ceritanya, biasa setiap sore lewat jalan ini, eh kok tiba-tiba ada mbah-mbah ini salat di pinggir jalan.
Membawa sepeda pancal membawa sarung ditaruh belakang sepedanya. Enggak sempat ngasih apa-apa pas enggak bawa uang sama sekali tadi. Kasihan melihat mbah ini. Masih sempat-sempatnya bisa salat mensyukuri nikmatnya gusti Allah.
Coba pikir lagi hidup sudah enak, semua ada, jangan lupa dengan Gusti Allah. Benar aku juga belum bisa salat lima waktu, tapi melihat mbah satu ini bikin sangat terharu.
Walaupun kondisinya seperti ini masih ingat dengan yang Kuasa. Segar sehat ya mbah semoga rejekinya banyak amin. Semoga bisa bertemu yang kedua lagi mbah amin ya Allah,” tulis Pras kemarin.
Postingan itu kemudian disahut oleh ribuan netizen yang juga merasa terharu. Menurut Pur Wandi yang mengaku pernah bertemu dengannya, pria itu bernama Slamet dan pekerjaannya mencari barang bekas.
Slamet juga sering membantu menggali makam ketika ada orang yang meninggal dunia. Pur juga pernah melihat Slamet sedang salat di pinggir jalan.
“Saya pernah bercakap mendengarkan beliau bercerita tentang memahami hidup tidak boleh minta-minta asal kita mau gerak pasti dapat rezeki. Salat tepat waktu adalah salah satu kita mensyukuri hidup. Semangat mas semoga selalu di berikan kesehatan amin. Amin,” komentar Pur.
Netizen lain membenarkan bila pria itu bernama Slamet dan tinggal di daerah Wagir. Meskipun hidup sebatang kara, tetapi ia rajin bekerja dan tidak dengan mudah menerima sedekah.