Ibu Ini Merelakan Dua Anak Kandungnya Diadopsi oleh Orang Lain, Alasannya Sungguh Mengharukan!

kanker-hati_20170122_135636

Banyak orang yang ingin sekali mengadopsi dua anak dari ibu ini.
Alasannya pun sungguh mengharukan.
Ibu dari dua bocah ini mengidap penyakit kanker hati
Dia harus bertahan hidup demi membesarkan dua buah hatinya.
Seperti dilansir dari Sixthtone.com, sejak suaminya meninggal dunia pada tahun 2008 lalu, Liu Fulan harus berusaha keras membesarkan dua putranya, Qiancheng (9) dan Yiqi (11).
Ketika suami Liu meninggal, putra bungsu mereka baru berusia lima bulan.
Liu bekerja sebagai petugas kebersihan di satu sekolah kawasan Chaling County, Provinsi Hunan, China tengah yang lokasinya tidak jauh dari rumah Liu.
Meski kehidupannya serba kekurangan, Liu menolak bantuan dari orang-orang  yang sering kali menawarkan uang.
Liu lebih memilih untuk bekerja tambahan sebagai tukang sapu jalanan.
Bahkan sebagian orang menawarkan untuk mengambil dan membesarkan anak-anaknya.
“Saya mungkin telah menderita lebih dari yang paling dalam hidup saya, tapi ini adalah anak-anak saya sendiri, saya masih sanggup untuk melakukannya dan membesarkannya sendiri,” kata Liu.
Namun, pada bulan Agustus 2016, Liu didiagnosis terkena kanker hati stadium akhir, penyakit sama yang telah merenggut nyawa suaminya.
Setiap kali kedua anaknya bertanya keberadaan ayah mereka, Liu selalu berbohong dan mengatakan kepada mereka kalau ayahnya pindah jauh untuk mencari pekerjaan.
Pada akhir Oktober, Liu meminta bantuan dari Chaling County Relawan Foundation, sebuah badan amal setempat yang bekerja di berbagai bidang, termasuk pengentasan kemiskinan dan pendidikan.
Semua yang Liu inginkan adalah untuk menemukan lingkungan yang bahagia sehat bagi Qiancheng dan Yiqi.
Sebab, Liu tidak ingin kedua putranya kembali merasa kehilangan orang tua untuk yang kedua kalinya
Saat Liu mengajukan banding ke badan amal untuk bantuan, namun setelah diberitakan oleh subuah media koran lokal di negara setempat membuat banyak orangtua ingin menjadi orangtua angkat bagi kedua anaknya.
Hanya dalam tiga hari, yayasan menerima ratusan telepon dari keluarga di China, bahkan diaspora Cina di Amerika Utara bertanya tentang adopsi.
Banyak dari mereka yang mengajukan untuk adopsi tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh undang-undang adopsi China.
Keadaan Liu menyentuh hati ratusan ribu di seluruh Cina sehingga donasi mulai berdatangan, akhirnya berjumlah sekitar 150.000 yuan atau sekitar Rp 290 juta.
Pada 3 November, pejabat Chaling County mendesak agar kakak Liu untuk membawa Qiancheng dan Yiqi serta membesarkannya hingga menjadi dewasa.
“Keluarga kami sudah memiliki dua anak, dan kami selalu tinggal di perumahan sewa rendah?, Bagaimana kita bisa mengambil dua anak lain,” ujar bibi dari kedua anak lali-laki itu.
Sorotan publik dan dibawah desakan pemerintah, pasangan ini akhirnya tidak punya pilihan lain sehingga menandatangani sebuah perjanjian yang mengharuskan mereka merewat Qiancheng dan Yiqi hingga berusia 18 tahun.
Liu Fulan pun meninggal karena kanker nya pada 26 November 2016 setelah menghentikan pengobatannya karena takut kedua anaknya menanggung hutang saat dewasa nanti.
Meski sempat ada keraguan sebelum ia meninggal dunia untuk menitipkan kedua buah hatinya, namun akhirnya dia merelakan dan melepas keduanya.
Tapi setidaknya, orang tua angkat kedua putra liu itu tidak akan sepenuhnya sendirian lantaran dibantu The Chaling County Relawan Yayasan berbagi perwalian hukum dengan mereka, dan telah membantu membuat account untuk memastikan bahwa 150.000 yuan sumbangan akan meringankan beban anggota baru.
“Saya berharap mereka menjadi pemberani dan mampu bertahan dalam hidup,” ucap liu sebelum menutup matanya.