Gadis Autis Ini Sedih Tak Ada yang Hadir di Pestanya, Tapi Setelahnya Ia Mendapatkan Hal yang Tak Terduga!

hallee-sorenson_20170115_231842

Perayaan ulang tahun tentu menjadi momen yang berharga bagi setiap orang.
Dengan bertambahnya usia, biasanya orang merayakannya dengan berbagi kebahagian dengan teman, kerabat, ataupun keluarga.
Namun tidak pada seorang remaja penyandang autis asal Bangor, Maine, Hallee Sorenson.
Dilansir dari laman Dailymail, Kebahagiaan perayaan ulang tahunnya itu bahkan tak dirasakan Hallee.
Hal itu disebabkan karena tak ada satu pun teman yang hadir dalam pesta ulang tahunnya yang ke delapan belas.
Hallee mengungkapkan bahwa dirinya begitu sedih karena sejumlah teman sekelas yang diundangnya tak ada satu pun yang datang.
Padahal, keluarganya sudah mempersiapkan pesta ulang tahunnya dengan kue, es krim, dan bowling.
Hallee pun menangis di depan kue ulang tahunnya karena tak tahu lagi apa yang harus dilakukan.
Sementara ibu Hallee, Allyson Seel-Sorenson mengambil gambar yang memilukan hati.
Dia memotret putrinya yang tengah duduk sendirian kuenya dengan mengenakan topi ulang tahun.
“Aku bersembunyi di balik pilar menangis dan mengirim gambar ke suami saya, kemudian bertanya kepadanya apa yang harus saya lakukan. Aku tidak tahu apa yang harus saya katakan pada putriku,” ujar Allyson.
Menurut Allyson, putrinya hanya ingin merayakan ulang tahunnya dengan teman-teman.
“Hallee sangat bersemangat dan begitu pula kami karena kami mampu memberikan ini padanya. Tapi kemudian tak seorang pun muncul,” ungkapnya.
Foto seorang gadis yang duduk sendirian di meja ulang tahunnya pun telah menjadi viral di media sosial.
Selang beberapa bulan, sepupu Halley, Rebecca Lyn dalam akun Facebooknya mengajak semua orang untuk turut berpartisipasi dalam merayakan ulang tahun Hallee.
Dia juga meminta semua orang untuk memberikannya surat ucapan ulang tahun.
Hasilnya, dalam waktu 48 jam, foto yang diunggah Lyn menjadi viral dan telah dibagikan lebih dari 120 ribu kali.
Allyson pun senang dan bangga dengan keponakannya karena peduli terhadap Hallee, putrinya yang mengidap autis sejak berusia enam tahun.
Selain itu, Allyson juga berencana untuk menggelar pesta ulang tahun Hallee dengan keluarga di rumahnya agar tidak terulang kembali kejadian yang sama.