Kisah di Balik Kembalinya Bocah yang Hilang dan Dikira Meninggal 2 Tahun Lalu

092932520170113-102354780x390

Awal alias Goso (7), bocah asal Dusun Bontoa, Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang hilang dan dikira meninggal dua tahun silam kembali pulang ke rumahnya.
Dia kini tinggal bersama ibu dan neneknya. Setiap hari hingga Sabtu (14/1/2017), puluhan warga terus berdatangan menanyakan perihal keberadaan Goso selama dua tahun ini.
Suasana gembira memenuhi kediaman Yanti (30). Sejak kepulangan putra keduanya yang selama ini dinyatakan meninggal dunia dua tahun lalu. Daeng Baong (40), suaminya yang merupakan bapak kandung Awal, telah meninggal dunia sejak tiga tahun lalu dengan meninggalkan tiga orang anak.
Sepeninggal suaminya, tanggung jawab diemban Yanti dengan bekerja serabutan. Ekonomi keluarganya semakin surut hingga mereka merelakan putri bungsunya dirawat dan dibesarkan oleh kerabatnya.
Begitu pun Awal, dua tahun silam seorang pria yang mengaku sebagai teman almarhum bapaknya datang ke rumahnya dan memohon agar Awal diserahkan kepadanya agar dirawat dan dibesarkan olehnya.
Lantaran kondisi ekonomi yang cukup memprihatinkan, ibu korban terpaksa merelakan putranya dibawa pergi oleh pria tersebut dengan janji akan membawa Awal bertemu dengannya setiap pekannya.
“Itu hari memang terpaksa diberikan karena memang kalau di sini sangat susah. Buat makan saja sehari-hari susah karena meninggal bapaknya dan tidak ada yang bisa kerja,” kata Rewa Gassing, salah satu warga setempat.
Hari berganti dan bulan pun berganti. Kabar keberadaan Awal tak diketahui, sejumlah kerabat melakukan pencarian termasuk mencari alamat pria yang membawa Awal. Namun, alamat yang diberikan ternyata salah.
Pasrah akan keberadaannya, ibu korban kemudian mengira bahwa Awal telah diculik dan dibunuh oleh pria tersebut. Pasalnya selama berbulan-bulan dilakukan pencarian, keberadaannya menjadi misteri.
“Saya kira anakku sudah meninggal makanya saya kaget waktu datang dibawa sama polisi. Ternyata saya tanya-tanya, katanya tinggal di panti asuhan tapi nama pantinya juga dia tidak tahu,” kata Yanti yang ditemui di kediamannya.
Awal sendiri selama ini ternyata dibesarkan di salah satu panti asuhan yang keberadaannya tak diketahui, Awal yang sudah dua tahun rindu ingin bertemu dengan ibu dan neneknya nekat kabur dari panti asuhan sebelum akhirnya ditemukan menangis dalam kondisi linglung di sebuah hutan oleh polisi pada dini hari.
Saat ditemukan, kondisi mental Awal belum stabil dan cenderung menutup diri bahkan enggan menyebut identitasnya.
Selama tiga bulan, dia dirawat oleh AKP Muhammad Ramli, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bungaya. Selama itu pula, kondisi mental Awal kembali normal dan menyebutkan identitas serta nama kampung halamannya. Polisi kemudian melakukan pelacakan dan mempertemukan kembali Awal dan orangtuanya.
AKP Ramli sendiri yang menemukan korban mengaku ikhlas merawat Awal dan selama tiga bulan dirinya terus mencari orangtua korban meski kondisi Awal pada saat itu belum normal dan terus menutup diri.
“Saya kira itu sudah kewajiban kami sebagai polisi dan memang itu sudah tugas kami mengembalikan anak itu kepada orangtuanya,” kata Ramli.
Saat ini, Awal tinggal bersama ibu dan neneknya serta kakak perempuannya. Sejumlah warga terus berdatangan menanyakan perihal keberadaan Awal selama ini sebelum akhir dinyatakan meninggal dunia. Meski demikian, Awal masih cenderung menutup diri.