Pengantin Baru Ini Melihat Pria Gelandangan di Resepsi Mereka, yang Dilakukan Selanjutnya Bikin Semua Terkejut!

bronia-tindall-dan-fabrizio-clementi-mendatagi-seorang-gelandangan_20170115_092048

Pernikahan adalah satu momen paling membahagiakan untuk sepasang kekasih.
Mereka mengucap janji untuk hidup berbagi sepanjang sisa hidup.
Biasanya, mereka akan merayakan momen bahagia ini dengan keluarga dan teman dekat.
Namun, apa jadinya jika ada orang tak diundang yang justru terlihat di acara pernikahan.
Hal ini dialami oleh pasangan Bronia Tindall dan Fabrizio Clementi.
Fabrizio Clamenti (49) adalah seorang dokter asal Italia.
Sedangkan Bronia Tindall (39) adalah seorang chirppractor yang bekerja membantu korban perdagangan seks di Thailand.
Mereka baru saja mengucap janji pernikahan di gereja Presbyterian, Selandia Baru.
Setelah mereka resmi menikah, mereka menggelar resepsi dan acara potong kue di halaman belakang gereja.
Sayangnya, ternyata banyak tamu yang bisa hadir dalam acara bahagia mereka ini.
Saat mereka keluar gereja untuk melakukan sesi pemotretan, Tindall dan Clamenti melihat pemandangan tak terduga.
Dalam perjalanan mereka menuju gereja, mereka melihat seorang pria tengah tidur di rerumputan.
Pria gelandangan tersebut tak mengenakan alas kaki.
Barang-barang miliknya diletakkan di sebelahnya.
Pasangan ini kemudian melakukan hal yang mengejutkan.
Mereka memberikan potongan roti pernikahan kepada pria tuna wisma tersebut.
“Kami punya banyak kue. Ini bukan makanan paling sehat, tapi itulah yang kami miliki,” ungkap Tindall.
Pasangan tersebut sempat berbicara pada sang pria.
Tanpa sepengetahuan Tindall dan Clamenti, fotografer mereka, Ben Franks dan Steve May mengabadikan momen tersebut.
Namun, hal yang lebih mengejutkan terjadi.
Pengantin baru ini tak menyadari bahwa terjadi sesuatu pada sang tuna wisma saat mereka meninggalkannya.
Sang juru foto mengatakan pada Tindall dan Clamenti bahwa pria tersebut menangis saat mereka pergi.
“Dia sangat tersentuh. Aku rasa dia mengira kami akan mengusirnya,” jelas Tindall pada New Zealand Herald.
Para tamu lainnya bahkan juga menawarkan kopi, kue, dan uang untuk si pria tuna wisma.
Clamenti juga sempat memberikan sebatang rokoknya.
Steve yang telah menjadi juru foto lebih dari 20 tahun mengaku takjub.
Dia tak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya.
“Aku tidak tahu apapun tentangnya, aku ingin lebih mengenalnya.
Tak banyak orang yang bisa membuatku menangis,” ungkap May.
“Meski hanya sepotong kue, namun itu sangat berarti.”
Salut untuk pasangan ini!
Tak hanya berbagi kebahagiaan dengan keluarga dan teman, mereka pun tak segan berbagi dengan orang yang kurang beruntung.
Kamu pernah mengalami hal yang sama?